Hanaast's Blog


PERUBAHAN PSIKOLOGIS BULIN
Oktober 7, 2009, 4:46 am
Filed under: Uncategorized

PERUBAHAN FISIOLOGIS DAN PSIKOLOGIS

SERTA KEBUTUHAN DASAR PADA KALA II PERSALINAN

I. Definisi dan Perubahan Fisiologis Kala II

Kala II Persalinan di sebut juga kala pengeluaran yang merupakan peristiwa terpenting dalam proses persalinan karena objek yang di keluarkan adalah objek utama yaitu bayi.

Perubahan fisiologis yang terjadi pada kala II persalinan :

1. His menjadi lebih kuat dan sering

- Air ketuban yang telah keluar membuat dinding uterus menjadi lebih dekat dengan fetus, sehingga kekuatan konhaksi lebih intensif untuk mendorong keluarnva fetus.

- Vagina yang meregang karena turunnya kepala bayi akan membuat kontraksi jadi lebih baik

2. Timbulnya tenaga mengedan

- His yang sering dan kuat di sebabkan oleh kontraksi otot dinding perut yang mengakibatkan tingginya tekanan intra abdominal sehingga kepala bayi menekan otot dasar panggul dan secara refleks menimbulkan rasa mengedan. Bila bagian terdepan bayi sudah berada di dasar panggul, maka tenaga mengedan bukan sebagai refleks saja, tapi juga merupakan tenaga untuk mengeluarkan bayi di mana tenaga mengedan harus bekerja lama dengan his.

3. Perubahan dalam dasar panggul

- Perubahan letak kandung kemih, kandung kemih akan naik kearah rongga perut agar tidak mendapatkan tekanan kepala bayi, inilah pentingnya pengosongan kandung kemih agar jalan lahir lebih luas, dan kepala bayi dapat lewat.

- Perubahan pada rektum, dengan adanya kepala bayi di dasar panggul, maka dasar panggul bagian belakang akan terdorong ke bawah sehingga rektum tertekan oleh kepala bayi.

- Adanya tekanan kepala bayi membuat perineum menjadi tipis dan mengembang atau menonjol.

4. Lahirnya Fetus

- Di mulai dengan tampaknya kepala anak di vulva, dengan kontraksi uterus dan sedikit mengedan, secara bertahap kepala bayi dapat keluar.

- Lalu di ikuti pengeluaran bahu bersama cairan ketuban yang tertinggal, yang membantu melicinkan jalan lahir lalu di ikuti pengeluaran seluruh badan.

Dengan adanya perubahan fisiologis tersebut, maka nampaknya gejala yang dapat di lihat yang biasa di sebut tanda – tanda Kala II adalah sebagai berikut :

1. Adanya pembukaan lengkap (tidak teraba lagi bibir porsio), ini terjadi karena adanya dorongan bagian terbawah janin yang masuk kedalam dasar panggul karena kontraksi uterus yang kuat sehingga porsio membuka secara perlahan.

2. His yang lebih sering dan kuat (+ 2 – 3 menit 1 kali) dan timbul rasa mengedan, karena biasanya dalam hal ini bagian terbawah janin masuk ke dasar panggul sehingga terjadi tekanan pada otot – otot dasar panggul, yang secara reflektoris menimbulkan rasa mengedan.

3. Ada pengeluaran darah bercampur lendir, di sebabkan oleh adanya robekan dari serviks yang meregang.

4. Pecahnya kantung ketuban, karena kontraksi hat menyebabkan terjadinya perbedaan tekanan yang besar antara tekanan di dalam uterus dan di luar uterus sehingga kantung ketuban tidak dapat menahan tekanan isi uterus akhirnya kantung ketuban pecah.

5. Anus terbuka, karena bagian terbawah janin masuk dasar panggul sehingga menekan rektum dan rasa buang air besar, hal inilah yang menyebabkan anus terbuka.

6. Vulva terbuka, perineum menonjol, karena bagian terbawah janin yang sudah masuk PBP dan di tambah pula dengan adanya his serta kekuatan mengedan menyebabkan vulva terbuka dan perineum menonjol, karena perineum bersifat elastis.

7. Bagian terdepan anak kelihatan pada vulva, karena labia membuka, perineum menonjol menyebabkan bagian terbawah janin terlihat di vulva, karena ada his dan tenaga mengedan menyebabkan bagian terbawah janin dapat di lahirkan.

Diagnosis Ka1a II Persalinan dapat di tegakkan atas dasar hasil pemeriksaan yang menunjukkan :

1. Pembukaan serviks telah lengkap

2. Terlihat bagian kepala bayi pada vulva

Waktu yang diperlukan untuk pengeluaran bayi pada Kala II Persalinan :

- Pada primigravida : 1,5 Jam

- Pada multigravida : 0,5 Jam

II. Perubahan Psikologis Ibu Pada Kala II Persalinan

Adapun perubahan psikologis yang terjadi pada ibu dalam kala II ::

1. Bahagia

Karena saat – saat yang telah lama di tunggu akhirnya datang juga yaitu kelahiran bayinya dan ia merasa bahagia karena merasa sudah menjadi wanita yang sempurna (bisa melahirkan, memberikan anak untuk suami dan memberikan anggota keluarga yang baru), bahagia karena bisa melihat anaknya.

2. Cemas dan Takut

- Cemas dan takut kalau terjadi bahaya atas dirinya saat persalinan karena persalinan di anggap sebagai suatu keadaan antara hidup dan mati

- Cemas dan takut karena pengalaman yang lalu.

- Takut tidak dapat memenuhi kebutuhan anaknya

Jalan yang bisa di tempuh untuk mengatasi hal ini :

1. Dari diri sendiri (ibu)

Mempersiapkan semuanya dengan baik (sejak awal kehamilan memang sudah di rencanakan baik fisik maupun mental)

2. Dari orang lain

- Mengurangi ketegangan (mengajak bicara atau bercanda)

- Meyakinkan bahwa hal ini merupakn suatu hal yang normal

- Memberi bantuan moril (dengan mempersilahkan suami untuk mendampingi ibu)

- Selalu membimbing ibu di saat kesakitan

- Memberikan semangat kepada ibu dan meyakinkan bahwa semua akan baik – baik saja dan akan cepat berlalu

- Menambah kekuatan ibu (dengan mempersilahkan ibu untuk minum disela – sela istirahatnya setelah mengedan)

III. Kebutuhan Dasar Ibu Bersalin pada Kala II

Dalam kala I persalinan, semua wanita akan melalui tahap yang paling melelahkan bahkan dapat mengancam jiwanya, sehingga untuk meminimalkan keadaan tersebut, ada beberapa hal yang harus di persiapkan ibu dan keluarga.

Adapam kebutulian dasar ibu bersalin adalah sebagai berikut :

1. Persiapan penolong persalinan

Dalam menolong persalinan, penolong harus selalu menerapkan upaya untuk mencegah infeksi yang dianjurkan. Pencegahan infeksi di antaranya dengan :

a. Cuci tangan

Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan, dengan menggunakan sabun dan di bawah air mengalir. Cuci tangan merupakan teknik pencegahan infeksi yang paling sederhana.

b. Sarung tangan

Sarung tangan steril di pakai setiap kali melakukan pemeriksaan dalam, membantu kelahiran bayi dan lain – lain. Sarung tangan harus segera di ganti dan jangan di gunakan lagi jika sarung tangan berlobang.

c. Perlengkapan perlindungan pribadi

Menggunakan celemek yang bersih dan penutup kepala atau mengikat rambut pada saat akan menolong persalinan.

2. Persiapan tepat persalinan, peralatan dan bahan

Ruang untuk persalinan harus memiliki sistem pencahayaan atau penerangan yang cukup, baik jendela maupun lampu. Persalinan dapat di lakukan di tempat tidur dengan kain tebal yang bersih atau kasur di lantai dengan kain lapis yang bersih. Harus tersedia meja atau permukaan yang bersih dan mudah dijangkau untuk meletakkan peralatan.

3. Persiapan tempat dan lingkungan untuk kelahiran bayi

Siapkan lingkungan yang sesuai untuk kelahiran bayi dengan memastikan ruangan bersih dan bebas dari tiupan angin. Sediakan peralatan untuk bayi seperti selimut, kain atau handuk kering, pakaian bayi yang bersih untuk mengeringkan dan menyelimuti bayi serta peralatan seperti bedak, sabun, baby oil dan lain -lain.

4. Kenyamanan

Dalam persalinan anjurkan ibu tmtuk berbaring dalam posisi yang di anggap ibu paling nyaman. Adapun beberapa posisi yang dapat di gunakan rmtuk mengedan yaitu :

a. Posisi duduk atau setengah duduk

Adalah posisi yang paling nyaman dan memudahkan bidan untuk membimbing keluarnya kepala bayi dan mengawasi perineum

b. Posisi berlutut atau menungging

Adalah posisi yang cocok untuk ibu yang merasa sakit di punggungnya. Posisi ini bisa membantu bayi yang kesulitan berputar (rotasi).

c. Posisi jongkok atau berdiri

Dapat membantu meneran kepala bayi bila persalinan berjalan lambat atau ibu sudah tidak mampu mengedan.

d. Posisi berbaring pada sisi kiri (menyamping)

Adalah posisi yang nyaman untuk membantu ibu agar tidak mengedan bila ibu ingin mengedan sebelum pembukaan lengkap.

Anjurkan juga ibu untuk berjalan dan bergerak aktif, duduk atau berjongkok akan membantu bayi turun kepanggul.

5. Cairan

Anjurkan ibu untuk minum selain persalinan, cairan akan memberi energi dan mencegah dehidrasi yang dapat mempengaruhi kontraksi uterus.

6. Pengosongan kandung kemih

Ibu bersalin harus buang air kecil setidaknya tiap 2 jam atau lebih sering bila memungkinkan. Kandung kemih yang penuh dapat menghalangi kontraksi dan penurunan kepala bayi. Hal ini akan menambah rasa sakit dan rasa tidak nyaman pada ibu.

7. Buang air besar

Ibu sebaiknya buang air besar sebelum memulai persalinan bila memungkinkan. Rektum yang penuh membuat ketidaknyamanan pada ibu

8. Membersihkan perineum ibu

Bertujuan untuk pencegahan infeksi. Bersihkan dengan air matang, dan gulungan kapas atau kasa yang bersih. Bila tersedia boleh di gunakan larutan antiseptik

9. Bantuan moril

a. Menganjurkan keluarga untuk mendampingi ibu selama persalinan dan kelahiran

b. Memberikan dukungan dan semangat pada ibu dan anggota keluarganya. Memberikan penjelasan pada ibu dan keluarga tentang proses kelahiran dan kemajuan persalinan. Perhatian dan pengertian bidan akan pentingnya persalinan akan menentramkan mereka

c. Memberikan bimbingan dan bantuan jika memang di perlukan

IV. Mengejan

Ketika serviks sudah pembukaan lengkap, ibu biasanya akan merasa ingin mengejan sewaktu kepala bayi mulai bergerak turun ke jalan lahir.

Posisi duduk atau setengah dudukadalah posisi paling nyaman, dan memudahKan bidan membimbing keluarnya kepala bayi dan mengawasi perineum

a. Bantu ibu untuk mendapatkan posisi yang baik untuk mengejan. Posisi berikut memiliki keutungan khusus :

Posisi berlutut (manungging) Adalah posisi yang baik bila ibu merasa sakit dipunggungnya. Posisi ini juga bisa membantu bila bayi mengalami kesulitan berputar (rotasi)..
Posisi jongkok atau berdiri Dapat membantu menurunkan kepala bayi bila persalinan berjalan dengan lambat atau ibu sudah tidak mampu untuk mengejan.
Posisi berbaring pada sisi kiri Adalah posisi yang nyaman. Posisi ini membantu ibu untuk tidak mangejan bila ibu ingin mengejan sebelum pembukaan lengkap.

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: